Sabtu, 11 Juni 2016

[Book Review] : Broken vow



Judul buku: Broken Vow
Penulis: Yuris Afrizal
Editor: Weka Swasti
Penerbit: Stiletto Book
Cetakan: Ke-1, Agustus 2015
Jumlah halaman: 271
ISBN: 9786027572416

[Sinopsis ]
Tiga sahabat. Tiga pernikahan. Tiga luka. Amara, dia punya segalanya. Kecantikan yang sempurna dan kehidupan pernikahan yang diimpikan setiap perempuan. Namun, hanya kisah Cinderella yang berakhir happily ever after, karena ternyata mencintai saja tidak cukup, dan menjadi sempurna pun tidak cukup.
Nadya, memiliki karier yang cemerlang. Menikah di usia 30 hanya untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang selalu mengganggunya. Baginya, keinginan dan harapan kadang berbenturan dengan realitas yang ada.
Irena, si superwoman. Berkarier dan menjadi ibu rumah tangga sekaligus. Potret keluarga bahagia yang sesungguhnya. Namun, siapa yang mengira jalan hidup Irena akan menikung tajam?
Siapakah di antara tiga sahabat ini yang paling berbahagia dengan pernikahannya atau justru paling menderita? Prasangka dan iri pun diam-diam ada di hati mereka. Apakah persahabatan yang telah terjalin itu dapat tetap bertahan? Dan, dapatkah mereka menemukan kebahagiaan masing-masing?

[ Review ]
Novel ini menceritakan 3 perempuan yang bernama Amara, Nadya, Irena yang mengalami sebuah kegagalan hubungan, kisah sedih, atau penderitaan hati yang akut. Berbagai masalah muncul dalam rumah tangga mereka. Mulai dari suami yang berselingkuh, tidak cocok dengan ibu mertua, suami yang awalnya sempurna kemudian berubah menjadi sebuah  dilema memilih antara karier atau keluarga, terpaksa menikah dengan lelaki yang sebenarnya tidak dicintai hanya karena umur , ingin bercerai tapi kasihan dengan anak-anak, dan kisah lainnya. Pokoknya masalah-masalah yang sangat rumit sehingga mengorbankan kebahagian dalam pernikahan. Sebenarnya masalah ini banyak bertebaran di luar sana bahkan ada yang lebih tragis dari kisah mereka. Masalah ini memang di utamakan pada perempuan urban yang gaya hidupnya di atas standart.
Cerita dan plot novel Broken Vow cukup unik karena menggunakan sudut pandang orang pertama dari tiga tokoh yang berbeda. Saya cukup salut sama mbak Yuris karna berani mengambil 3 tokoh sekaligus sebagai tokoh dan ceritanya sangat apik sekali ditata dan karakternya berhubungan dengan tokoh yang lain. Jadi kesannya sangat menyentuh sekali mbak :’)
Salah satu kelebihan novel Broken Vow ini adalah ada lagu dan film di dalam ceritanya menyatu banget. Saya bukan orang yang suka membaca sambil mendengar musik, tetapi saya selalu mendengar musik setelah membaca dan kadang-kadang saya bisa merasakan kekuatan cerita tadi terhadap lagu-lagu tersebut. Nilai plus ini mah. Musik seperti Broken Vow by Lara Fabian, I’ll Remember  by Madonna dijamin membuat saya bisa termehek-mehek, maksudnya termewek-mewek J

Seandainya  novel ‘’Broken Vow ini di film kan maka saya akan memilih :

Tokoh amara  sosok perempuan bak Cinderella. Lembut, menawan, cantik.

Tokoh nadya sosok perempuan easy going, cuek, cheerful, sedikit keras kepala, dan setia, tipe perempuan urban, yang terkesan suka hura-hura, modis, dan nggak ribet sama hidupnya. Terkesan jual mahal.

Tokoh irene adalah sosok perempuan yang superwoman, keibuan, pengertian, dan humble. Tapi di balik itu semua Irena juga keras, kaku, dan egois.

1.    Tokoh amara sebagai Dian Sastro
2.    Tokoh nadya sebagai kimberly ryder
3.    Tokoh irene sebagai Jessica iskandar
4.    Nathan sebagai Miller Khan
5.    Dion sebagai sebagai  Vino Bastian
6.    Arjuna sebagai Choky Sitohang
7.    Leo  sebagai Fandy Christian
             
Kutipan yang cukup berkesan adalah
1.    Apa artinya kemewahan ini kalau cinta yang aku miliki akan segera hilang ? (hlm.91)
2.    Namanya juga jodoh. Nggak bisa kita tebak arahnya ke mana. (hlm. 99)
3.    Memukuli orang yang dicintai? Kita tidak akan menyakiti orang yang kita cintai, kan? Atau malah sebaliknya? Karena cinta, kita bisa seenaknya pada orang yang kita cintai? (hlm. 135)
  1. Jangan membicarakan hal yang sudah berlalu. (hlm. 170)
5.    Mana ada laki-laki yang mau diajak menikah hanya demi status? (hlm. 250)
6.    Tidak ada hidup yang sempurna. Hidup ini pilihan, begitu juga dengan kebahagiaan (hlm. 270)

Overall, Saya suka sekali covernya, gambarnya bagus dan membuat saya tertarik membaca bukunya. Ini adalah pertama kalinya saya membaca buku karya Yuris Afrizal, dan hasilnya sangat bagus, membuat saya cukup mewek membacanya. Buku ini nyaris sempurna hanya saja ada Kekurangannya yaitu ada beberapa typo .

Pesan moral yang bisa saya ambil adalah :

1.    Sebagai perempuan kita punya prinsip dan berani menemukan kebahagiaan kita sendiri.
2.    Menjadi perempuan yang tegar dan selalu waspada.

Rating: **** 4 of 5 stars

Tidak ada komentar:

Posting Komentar