Sabtu, 18 Juni 2016

Matahariku yang Terbenam



Huk ahuk, batuknya mendera, aku pergi dulu, katanya.
    Aku tak menjawab perkataannya, aku langsung pergi ke rumah temanku.
Sejak ayah keluar dari penjara, hidup ku seolah-olah semakin rumit. Ayah adalah mantan tahanan, dia tersangkut kasus narkoba dan di penjara selama 10 tahun . Wajahnya telah tua,  beruban dan terlihat renta. Ayah bilang, dia di jebak oleh temannya ketika sedang bekerja.
      Aku tidak menyangka, Dulu aku sangat membanggakan sosok ini, tetapi aku kini membenci hadirnya.  Aku jarang bicara kepadanya.  
Aku masuk ke kamarnya. Terlihat berantakan ......
aku tertidur pulas di kasurnya yang usang.
Sore hari, aku terbangun dan menunggu pria tua itu. Lama sekali dia pulang pikirku.

    Tak lama kemudian, pak udin menemuiku dan berkata untuk kerumah sakit melihat Ayah. Aku cukup terkejut, segera ku pergi, ternyata bapak telah meninggal, dia mengidap TBC dan yang paling kusesalkan aku tidak pernah berniat untuk berbicara dengannya.


Seminggu kemudian setelah kepergiannya, aku menemukan kantong plastik di bawah kasurku, ada segumpal uang dan surat untukku. Ternyata, dia mengumpulkan uang untukku selama ini. Dia tidak pernah memberitahukan penyakitnya. Aku sadar, hidupnya telah menderita selama ini. Aku sungguh berdosa dan menyesal.Kini, Aku tahu bahwa matahariku telah pergi jauh dan tak akan pernah terbit lagi. 
#CeritaSenja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar