Senin, 06 Juni 2016

Wisuda kelabuku



Hari ini adalah sidang skripsiku, aku segera menelepon mama dan bapak di kampung supaya mereka turut mendoakan aku. Aku sangat curiga mendengar batuk bapak, setiap kali dia berbicara denganku, dia pasti berbatuk. Aku menyuruhnya untuk segera minum obat. Aku tau sifat bapak yang sangat keras, dia tidak akan minum obat ataupun istirahat, dia akan sibuk mencangkul diladang demi anaknya.
Aku turut lega sekaligus khawatir tentang kondisi bapak. Aku segera masuk ke dalam ruang sidang, aku menjawab pertanyaan dosen dengan baik. Setengah jam kemudian, aku keluar dengan perasaan yang lega, aku sangat senang karna bisa menyelesaikan meja hijau ini dan ketika Dosen mengumumkan nilai skripsi, Aku melonjak kegirangan karna aku mendapat nilai A. Akhirnya aku resmi menjadi seorang Sarjana Teknik.
Segera kukabari orang tuaku, mereka sangat gembira akan keberhasilanku, tinggal menunggu wisuda sebulan kedepan. Aku berpikir untuk mencari pekerjaan untuk mengisi waktu luangku karna masih banyak biaya yang harus dibayarkan. Aku magang disebuah perusahaan, yah lebih baik mengisi waktuku dengan bekerja, sekalian untuk mencari pengalaman. Aku selalu bersemangat ketika bekerja.
Ketika sedang istirahat makan siang, aku ditelepon oleh mama beliau bilang bapak masuk rumah sakit. Aku ibarat di sambar petir, bapak sudah 2 hari dirumah sakit dan mereka baru memberitahu aku. Kuputuskan untuk pulang kampung dan meminta izin padaBos ku, beliau tidak dapat menyanggupi permintaanku, aku dipecat karna aku tak bisa menjamin kapan aku akan balik bekerja.

Ketika bertemu dengan mama, segera kupeluk dia, tubuhnya sangat lemah dan kurus , aku melihat bapak yang lemah. Kupeluk dia, ternyata bapak mengidap TBC. Setelah 2 minggu, kesehatan bapak mulai pulih. Aku harus balik lagi ke kota untuk persiapan acara wisuda karna 2 hari kemudian aku akan wisuda. Aku sangat tampan mengenakan toga ini. Aku belum juga bertemu dengan orangtuaku, aku melihat tante datang dan dia menceritakan bahwa bapak sudah meninggal. Aku sangat terpukul, ternyata di hari wisudaku, bapak pergi meninggalkan kami semua. Aku tau bapak pasti bangga melihat aku sudah sarjana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar