Rabu, 27 Juli 2016

[Book Review ] The Chronicles of Audy : O2 #4











The Chronicles of Audy : O2 #4
Penulis: Orizuka
Penyunting: Yuli Yono
Cover desainer dan ilustrator: Bambang 'Bambi' Gunawan
Penerbit: Haru
ISBN: 978-602-7742-86-4
Cetakan pertama, Juni 2016
364 halaman

[Blurb]

Hai. Namaku Audy. Umurku masih 22 tahun. Hidupku tadinya biasa-biasa saja, sampai cowok yang kusukai memutuskan untuk meneruskan sekolah ke luar negeri. 
Ketika aku sedang berpikir tentang nasib hubungan kami, dia memintaku menunggu. 
Namun ternyata, tidak cuma itu. Dia juga memberikan pernyataan yang membuatku ketakutan setengah mati! 
Di saat aku sedang kena galau tingkat tinggi, masalah baru (lagi-lagi) muncul. 
Seseorang yang tak pernah kulirik sebelumnya, sekarang meminta perhatianku! 
Ini, adalah kronik dari kehidupanku yang sepertinya selalu ribet. Kronik dari seorang Audy.
***
[Review]

Nah, ini dia seri ke 4 The Chronicles of Audy  sekaligus sebagai seri terakhir. Masih tentang Audy Nagisa yang berputar-putar dengan masalah skripsi yang tak kunjung kelar dan pastinya konflik yang paling menarik  dengan 4R. Yah, selain sibuk dengan skripsinya dan pada akhirnya Audy akan sidang skripsi. Jadi nggak perlu lagi ditodong oleh Rex dengan pertanyaan kapan menyelesaikan skripsi yang membuat kepala Audy pusing. Apalagi ketika ditanya oleh Rex rencananya setelah lulus nanti, Audy masih belum mempunyai rencana. Dia memang sangat berbeda sekali dengan Rex yang pintar. Rex selalu merencanakan segala sesuatu terlebih dahulu.
Di seri terakhir ini, Regan pergi berbulan madu bersama Maura ke Lombok. Nah, Audy menjaga rumah sekaligus menjaga 3R. Rex memberitahukan bahwa dia akan kuliah di tempat nan jauh, tak tanggung-tanggung dia akan kuliah di MIT (Massachusetts Institute of Technology), Amerika. Audy cukup terkejut dengan keputusan Rex yang akan pergi jauh. Sanggupkah dia berpisah dengan Rex? Apalagi sikap Rex yang sangat dingin itu. Jarang sms, nelpon bahkan jarang ngomong tapi sekali ngomong bisa nusuk, ih dinginnya kayak salju deh. Tapi aku mulai mengidolakan Rex. Disamping hubungan Audy dengan Rex, ternyata Romeo sang kakak tak putus asa dan mencuri-curi kesempatan untuk lebih dekat lagi dengan Audy. Dia datang untuk meminta perhatian penuh Audy.
Dalam buku ini, kita tidak hanya dikejutkan oleh rencana Romeo, tetapi juga rencana Rex terhadap masa depan seorang Audy Nagisa. Kalau rencana Romeo berhasil membuat saya menangis, rencana Rex berhasil membangkitkan senyuman. Kayaknya, di seri ini banyak banget ya konflik nya sekaligus kejutannya. Kasihan sekali menjadi seorang Audy. Konfliknya berputar-putar dengan 4R yang kakak-beradik. Tetapi, walaupun penuh dengan konflik dan persaingan, Keluarga 4R (sebenarnya) sangat menyayangi satu sama lainnya. Mereka tidak ingin berpisah satu dengan yang lainnya. (mewek euyy). Selain membahas tentang 4R, buku ini juga membahas Tokoh pendukung lainnya yang tidak kalah menarik, Messy yang ceplas ceplos menambah tawa di buku ini, Aries, anak band yang ditolak Audy bahkan tukang pentol di sekolah Rafael yang dulu.

Walaupun Audy dekat dengan 4R, namun ada pertentangan antara Rex dengan adikknya Rafael. Yah, hubungan mereka memang kaku. Nah, Audy mencoba memperbaiki hubungan mereka, loh. Mampukah Audy memperbaiki hubungan mereka? Rencana apa yang sedang disiapkan Romeo dan Rex?  Siapakah yang akan dipilih oleh Audy? Apakah dia akan memilih Romeo atau Rex? Jangan lupa baca bukunya ya.

Kutipan favorit :
1.   Tapi aku juga pengin kamu me-mahamiku sedikit lebih baik. Sedikit saja. – halaman 116
2.   Kata orang, cara paling ampuh untuk melupakan patah hati adalah dengan menemukan penggantinya.  halaman 199
3.   Seperti oksigen, keluarga ada di sekitarmu, di setiap tarikan napasmu, mengalir dalam darahmu. Walaupun kamu nggak selalu bisa lihat, tapi kamu tahu keluarga selalu ada bersamamu. - halaman 283
  1. Kamu mungkin masih punya banyak kekurangan, tapi kamu juga banyak kelebihan. halaman 328


Kalimat sindiran :
1.   Terkutuklah Romeo dan mulut asal bunyinya. – halaman 87
2.   Ini benar-benar tidak masuk akal. Cinta bisa membuat orang tergenius sekalipun jadi gila! – halaman 109
3.   Kalau ini mengganggu banget buatmu, aku bisa berusaha. – halaman 115
4.   Itu karena aku nggak merasa ada yang salah dengan hubungan kami. – halaman 116
5.   Aku nggak mau kado apa-apa. Ah, aku mau fotokopian skripsimu.-halaman 256

Overall, aku sangat sangat  menyukai buku ini. Buku ini sangat mudah dipahami karna menggunakan bahasa yang sederhana dan saya selalu senyum-senyum sendiri ketika membaca habis buku ini. Buku ini banyak humornya sehingga tidak bosan ketika dibaca, dan tentunya kata-kata romantis banyak didalamnya. Dan yang pasti buku ini direkondasikan mulai dari ramaja sampai orang dewasa karna memiliki banyak tema mulai tema keluarga, persahabatan, dan cinta dibahas didalamnya.


Rating : 5 of 5 stars

Tidak ada komentar:

Posting Komentar