Wednesday, August 10, 2016

[Book Review] Cine Us by Evi Sri Rezeki



Keterangan buku





Judul              : Cine Us
Penulis          : Evi Sri Rezeki
Penyunting   : Dellafirayama
Perancang Sampul  : Fahmi Ilmansyah
Penerbit        : Noura Books
Jumlah Halaman : 280

[Blurb]

Demi menang di Festival Film Remaja, Lena rela melakukan apa saja. Bukan hanya demi misi mengalahkan mantan pacarnya yang juga ikut berkompetisi, tetapi karena dia pun harus mempertahankan Klub Film sekolahnya. Soalnya klub kecilnya itu kurang didukung oleh pihak sekolah. Padahal salah satu kreativitas siswa bikin film, kan!

Untung ada satu orang yang bikin hari-hari Lena jadi lebih seru. Si cowok misterius yang kadang muncul dari balik semak-semak. Apaaa? Eh, dia bukan hantu, lho ... tapi dia memang punya tempat persembunyian ajaib, mungkin di sanalah tempat dia membuat web series terkenal favorit Lena. Nah, siapa tahu cowok itu bisa membantu Lena biar menang di festival.

Kisah Lena ini seperti film komedi-romantis yang seru. Jadi, selamat nonton, eh, baca!

[Review]

Buku ini bercerita tentang Lena dan teman-temannya yang ingin memajukan klub film disekolahnya. Dia sangat mencintai klub filmnya walaupun klub film itu terancam bubar karna tidak ada siswa yang berpartisipasi dalam klub film dan tak ada dukungan dari pihak sekolah. Selain masalah itu, muncul lagi masalah baru dari mantan pacarnya yang menantang dia untuk memenangkan perlombaan. Selain itu, hadirlah Rizky kedalam hidupnya. Mampukah lena  memenangkan tantangan dari mantannya itu? Bagaimana klub sekolahnya kemudian? Bagaimana persahabatannya dengan Dania dan Dion?


Lena adalah sosok perempuan yang pemberani dan tegar. Dia tidak gampang putus asa dan menyerah. Meskipun dia dibayang-banyangi oleh mantannya, dia tidak mau diremehkan begitu saja. Dia selalu berusaha mendapatkan apa yang dia mau.
Dion adalah sahabat Lena dan Dania yang gendut dan super lemot. Dia menderita penyakit. Dia tidak bisa lepas dari Handycam, aktivitas kesehariannya adalah merekam apapun, termasuk ketika pelajaran berlangsung.
Dania  adalah sosok perempuan yang cantik bak boneka jepang yang selalu sabar menghadapi segala kelakuan Lena maupun Dion sahabatnya itu. Dia juga ditunjuk sebagai pemimpin klub film.
Ketika pertama kali membaca buku ini, aku cukup terhibur dengan persahabatan Lena, Dania dan Dion yang super menyenangkan dan banyak cerita. Very good opening. Aku bisa membayangkan mereka menari-nari layaknya anak SMA yang alay sekaligus salut melihat persahabatan mereka. Kesabaran Lena dan Dania menghadapi Dion yang super lemot.
Tokoh dan karakter sangat jelas tergambar dalam cerita. Settingnya juga sangat nyata. Aku sangat salut pada penulis, menjabarkan cerita yang runtut  dan menarik.  Aku lebih suka dengan persahabatan mereka bertiga. Terkesan tulus dari hati. Namun, berbagai petualangan Lena yang tidak menyerah membuat cerita baru dengan bertemunya dia dengan anak hantu yang misterius. Berkat si anak hantu, dia mampu meraih mimpinya sekaligus memenangkan pertarungan.


Kutipan Favorit:
1.       Jangan pernah melibatkan urusan kamu sama oranglain ! jangan jadikan tujuan pribadi seolah-olah tujuan bersama !” Hal 92
2.      “Kalian enggak akan pernah jadi besar kalau enggak terima kritikan. Hal 100
3.      Tetap saja, kebenaran itu menyakitkan. Hal 111
4.      Dalam mimpi sekalipun, aku pasti membalasnya ! Hal 152
5.      Menyakitkan sekali orang yang kita percayai dan sayangi adalah seorang penghianat kelas kakap. Hal 157
6.      Tindakan yang diambil dalam emosi akan sia-sia dan cenderung merugikan. Hal 171
7.      Kemenangan lahir dari proses, dari perjuangan ! 226
8.     Yang paling sulit dari segala hal didunia ini adalah berdamai dengan diri sendiri. Hal.239
9.      Ada dua hal yang pantas diperjuangkan. Impian dan cinta –Hal 242
10.  Sebagai seorang sahabat, aku harus ingatkan kesalahan kamu ! Hal 256
11.   Setinggi apapun impianmu, aku hanya butuh percaya. Hal 280

Kalimat menyindir :
1.       “Cewek, tuh kalau cemberut bibirnya bibirnya otomatis maju tiga senti, yah”. Hal 72
2.      “kamu, Hobby banget sama kekerasan.”
3.      Bukankah orang seringkali bersikap tololketika berhadapan dengan perasaan ? Hal 119
4.      Sekolah adalah tempat yang menyenangkan andaikan tidak ada ujian ! Hal.189
5.      Baik dan peduli itu beda ! are you stupid ? Hal. 192

Typo.
1.       Dipugar- Dipagar 56
2.      Kostan- kosan 187
3.      Mengahadapi – menghadapi hl. 207
4.      Kutung- kutang hl. 213
5.      Kuempaskan – Kuhempaskan hal 222

Overall, buku ini sangat bagus karna begitu banyak pesan moral dari buku ini, dari persahabatan dan juga harapan yang harus diperjuangkan. Walaupun aku menemukan beberapa Typo dari buku ini, tidak mengurangi kesukaanku pada kisah persahabatan mereka bertiga. Buku ini cocok dibaca mulai dari anak SMP.
Ratings:
4 stars of 5
****


No comments:

Post a Comment