Wednesday, August 31, 2016

Tuan Rumah dalam pariwisata


Siapa yang tak kenal danau toba? Danau yang terkenal akan pesona keindahan alamnya menjadi daya tarik turis dari berbagai belahan dunia. Uniknya, danau Toba mengelilingi sebuah pulau. Pulau ini dinamakan pulau samosir. Danau terbentuk akibat letusan gunung berapi beribu tahun yang lalu. 
 Danau toba yang indah mendatangkan devisa dan keuntungan sekaligus sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Masyarakat yang berada disekitar pesisir pantai membuat keramba, membangun penginapan, tempat hiburan, hotel, cafe, dan pantai menjadi sarang para turis untuk liburan.
Pulau samosir memiliki banyak objek wisata salah satunya adalah Objek wisata Batu Kursi Siallagan. Objek wisata ini sudah sangat terkenal dan menjadi salah satu destinasi turis. Batu kursi yang  yang terbuat dari batu dan konon masih asli, rumah adat orang batak, museum beserta adat istiadat yang masih dipegang teguh oleh orang batak sampai saat ini. Batu kursi ini sudah didatangi ribuan bahkan wisatawan sejak tahun 80 an. Berbagai turis dari segala penjuru dunia hadir untuk berlibur ditempat ini. Turis domestik bahkan mancanegara menghiasi tempat ini. sebelum krisis moneter, keadaan masih stabil. Para turis seakan berlomba-lomba untuk mengunjungi tempat ini. Semua masyarakat mendapatkan kehidupan yang lebih baik. sektor pariwisata yang maju menunjukkan hasil yang sangat baik mulai hotel yang padat sampai pedagang sovenir yang tidak pernah sepi.
Tetapi setelah krisis moneter dan kabut meyelimuti danau toba selama beberapa tahun keadaan mulai berubah. Turis tidak lagi datang seakan-akan hilang ditelan bumi, entah kemana arahnya. Pemandangan tak lagi indah, semuanya buram. Kapal tak lagi berlabuh dipelabuhan dengan benar. Seperti orang yang baru buta. Semuanya gelap dalam kalut  akibat kabut dan cuaca yang buruk. Tentu saja hal ini melumpuhkan perekonomian sekaligus melumpuhkan pariwisata di samosir. Turis tak lagi datang mengunjungi Danau Toba.
Setelah cuaca membaik, turis tetap tak kunjung datang. Pemerintah turut mengupayakan memperkenalkan dan mempromosikan siallagan sebagai daeah tujuan wisata dengan adat dan sejarah masyarakat batak. Pada akhirnya, kerja keras membuahkan hasil, akhirnya siallagan kembali ramai tetapi tidak seramai zaman dahulu. Para turis seakan enggan untuk mengunjungi tempat ini. Tak hanya itu Berbagai masalahlah muncul kemudian, sampah yang berserakan dijalan akibat kurangnya kesadaran masyarakat, jalan yang berlobang dan sempit, sampai anjing dan binatang lainnya masih berkeliaran ditempat ini dan danau Toba yang sudah mulai tercemar akibat sampah/ limbah kapal.  
Di desa kami, Kepala desa selalu memberikan penyuluhan sekali sebulan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan dan kenyamanan turis sehingga turis merasa betah. Masyarakat sekitar mayoritas pedagang souvenir kemudian berlomba-lomba untuk menjaga kebersihan, masyarakat mengumpulkan uang untuk membeli tempat sampah sehingga jarak lima meter, kita akan menemukan tempat sampah ditempat ini disetiap kios souvenir sehingga masyarakat maupun turis tidak perlu membuang sampah sembarangan. Setiap minggu,  Masyarakat mengumpulkan iuran sebesar lima ribu rupiah  untuk keperluan lainnya. Semua berinovasi dalam rangka meningkatkan kesadaran akan kebersihan dan kenyamanan turis dan masyarakat itu sendiri sehingga terciptanya simbiosis mutualisme yaitu hubungan yang saling menguntungkan dari kedua belah pihak.
Rumah adat Batak

Keadaan jalan yang tak kunjung bagus menjadi titik balik masyarakat. Pemerintah juga turut mengupayakan yang terbaik. Kabar baik akhirnya menghampiri. Tahun ini jalan akan dibangun sekaligus diperluas sehingga badan jalan cukup luas dan akan dibangun juga trotoar untuk para pejalan kaki. Semoga tahun ini, program tersebut berjalan dengan baik. Saat berbagai inovasi datang dari berbagai lapisan  masyarakat dan pemerintah dalam rangka memajukan pariwisata Siallagan dan Danau Toba. Dari perbaikan dan perluasan pelabuhan, penambahan spanduk, patung yang turut mendukung pariwisata Siallagan yang unik dan bersejarah. Penataan tanaman disekitar pelabuhan untuk memperindah tempat tersebut.
Objek Wisata Batu Kursi

Dengan Inovasi yang positif dan berkembang dari waktu-waktu,  semoga dapat meningkatkan pariwisata Siallagan. Dengan Inovasi Daerah yang positif dan berkembang dari waktu-waktu,  semoga dapat meningkatkan pariwisata Siallagan tak hanya di Indonesia tetapi juga keseluruh penjuru dunia.
Untuk Indonesia yang memiliki kekayaaan alam dan budaya yang beraneka ragam, mari kita jaga dan pelihara sehingga semua orang dapat menikmatinya. 


 ***

No comments:

Post a Comment