Selasa, 02 Agustus 2016

[Book Review] Look at Me Please by Sofi Meloni


Keterangan Buku:
Judul                                     : Look at Me Please
Penulis                                 : Sofi Meloni
Editor                                    : Afrianty P. Pardede
Penerbit                              : PT Elex Media Komputindo
Terbit                                    : 2016
Tebal                                     : 295 hlm.
ISBN                                      : 987-602-02-8629-7

[Blurb]
Mencintai berarti merelakan orang yang kita cintai bahagia bersama orang lain?
Omong kosong!
Cinta itu tidak melulu soal merelakan, namun juga soal perjuangan.
Bodoh namanya jika aku merelakan kamu  yang jelas-jelas pernah mencintaiku  demi wanita yang diam-diam sudah menusukku dari belakang.
Delapan tahun aku hidup dalam sebuah kebohongan yang mengatasnamakan persahabatan.
Aku bukan malaikat.
Aku juga bukan orang suci yang bisa pasrah dan menerima begitu saja apa yang telah terjadi sebelumnya.
Kini tiba saatnya untuk aku memperjuangkan kembali kelanjutan cerita di antara kita.
Kamu harus sadar bahwa aku juga ada di sini menunggumu sadar, bahwa ada akhir bahagia untuk cerita kita.
We can have our happy ending, so look at me, please.
***

[Review]
Laras terjebak dalam kisah cinta segitiga yang complicated antara dia, Gery, dan Lily. Parahnya dia  harus bersaing dengan sahabat baiknya tersebut. Dia merasa bahwa Lily adalah perebut cintanya dari Gery. Padahal Gery jelas-jelas memilih Lily sebagai pacarnya. Bukannya move on dan mencari pengganti lain, dia malah memperjuangkan cintanya pada Gery semenjak dia tahu bahwa Gery pernah menyukainya. Dia sangat mencintai Gery dan siap melakukan apapun demi mendapatkan dia walaupun menyakiti sahabatnya.
Lily, sahabat Laras yang baik memang sangat menarik dan mempunyai keluarga yang baik. Dia sangat dikagumi oleh Laras. Mereka telah berteman lama bahkan tinggal dalam satu atap.

Bisa dibayangkan nasib Lily, harus mendapat dilema dan rasa sakit karna sahabatnya itu dan demi cintanya pada Gery. Sementara itu, laras memiliki teman dikantor yang bernama Remy. Remy adalah sosok yang peduli dan dia menyukai Laras, tetapi laras sudah menutup matanya demi Gery. Mampukah laras mendapatkan Gery? Siapakah yang akan dipilihnya apakah Gery atau sahabatnya Lily? Lalu bagaimana dengan Remy?
Semenjak membaca buku ini, tokoh laras seperti hidup disekelilingku. Harus diakui sang penulis membuat tokoh Laras yang tangguh akan cinta. Tetapi suatu dilema akan tokoh Lily, kasihan sekali dia. Dimusuhi oleh sahabat sendiri dan harus bersaing demi mempertahankan Gery.
Sang penulis menggunakan sudut pandang orang pertama dan menggunakan alur maju mundur sehingga membuat kita harus fokus membaca buku ini. Saya suka sekali dengan bahasa yang digunakan penulis karna bahasanya ringan, mudah dicerna, dan menyentuh akan setiap kalimat. Terkadang saya sampai merenung akan kalimat yang real itu.

Kutipan Favorit:
1.       Aku hanya ingin mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikku. -Halaman 88
2.      Tidak ada orang bahagia dengan menghancurkan kebahagiaan orang lain. -Halaman 89
3.      Mengakui kesalahan bukanlah hal yang mudah. -Halaman 188
4.      Pengalaman mengajarkan bahwa masa lalu sebaiknya tidak lebih dari kenangan dan juga pelajaran. -Halaman264

Kalimat Sindiran:
1.       Tanpa disadarinya, ia sudah berulang kali menjadi alasan utama setiap tangisku. -Halaman 46
2.      Cinta tak pernah bisa dipaksakan. -Halaman 258
3.      Sahabat mana yang tega merusak cerita sahabatnya sendiri?- Halaman 122
4.      Pilihan universitas itu tidak seharusnya hanya bergantung pada orang lain. -Halaman 23

 Melalui tulisan ini, banyak sekali moral value yang bisa diambil seperti, kita diajak untuk move on dari masa lalu. Kita tidak bisa memperbaiki masa lalu, tetapi kita bisa memperbaiki masa depan. Tidak perlu menyakiti sahabat/ orang yang baik pada kita. Kalau cinta memang memilih sahabat kita, biarlah itu menjadi pilihannya. Bukankah kebahagiaan sahabat kita adalah kebahagiaan kita juga?
Rating :

4 of 5 stars
****

***

1 komentar:

  1. Aku juga udah baca novel ini mbak. Suka sama gaya bahasa kak Sofi Meloni di dalam cerita novel ini.

    BalasHapus